Oleh: Fakhruzzaini, S.HI
Secara objektif, poligami sudah dilakukan umat terdahulu sebelum Islam datang. Poligami berasal dari bahasa Yunani, Polu artinya “banyak”, dan Gamein artinya “kawin”. Di Indonesia dikenal dengan nama “permaduan”. Raja-raja di Jawa pada zaman dahulu sudah biasa memakai cara “garwa padmi” (permaysuri resmi), dan “garwa selir” (istri ampean) yang jumlahnya tidak terbatas, menurut keperluan. Dan merupakan suatu kehormatan bagi seorang perempuan jika dapat diambil menjadi “garwa selir” oleh Raja atau Pangeran.